Minggu, 14 Desember 2014

dimensi



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan factor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukeran normative. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan.
Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya bergantung pada bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.
Dalam kehidupan manusia tidak akan lepas dari yang namanya pendidikan. Pendidikan merupak modal besar dalam mencapai kehidupan yang sejahtera. Dalam pendidikan terdapat beberapa aspek yang dapat mempengaruhi perkembangan perilaku dan pribadi suatu individu yang harus di pahami bersama, di antaranya adalah pendidikan fisik dan psiko motorik.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah komponen-komponen pendidikan?
2.      Apa fungsi pendidikan?
3.      Apa tujuan paendidikan?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Komponen Pendidikan
Kegiatan pendidikan adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah sistem pendidikan memuat beberapa komponen-komponen tertentu yang saling mempengaruhi dan menentukan. Demikian juga pendidikan, sebagai sebuah sistem pendidikan terdiri dari beberapa komponen, yaitu, tujuan, peserta didik, alat, dan lingkungan. Jika salah satu komponen tidak ada maka pendidikan tidak dapat berfungsi. Berikut adalah beberapa komponen-komponen pendidikan yaitu:
1.      Pendidikan
Merupakan komponen penting dan sangat menentukan bahkan merupakan esensi dari pendidikan. Tujuan pendidikan memiliki berbagai tingkatan mulai dari tujuan umum dan tujuan khusus.
2.      Peserta didik
Adalah anggota masyarakat laki-laki dan perempuan yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
3.      Pendidik
Adalah orang laki-laki dan perempuan yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi. Pendidik adalah orang yang lebih dewasa yang mampu membawa peserta didik kearah kedewasaan. Dewasa disini bukan sekadar dewasa fisik atau umur, tetapi dewasa secara keseluruhan yaitu, mental, intelektual, social,fisik dan psikis. Secara akademis, pendidik adalah tenaga pendidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdi diri dan diangkat unutuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
4.      Alat Pendidikan
Adalah hal yang tidak saja membuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi juga sebagai langkah atau situasi yang membantu pencapaian tujuan pendidikan.
5.      Lingkungan
Lingkungan pendidikan adalah lingkungan yang meliputi terjadinya prose pendidikan. Meliputi, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

B.     Fungsi  Pendidikan
Fungsi utama pendidikan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, kepribadian serta peradaban yang martabat dalam hidup dan kehidupan arau dengan kata lain pendidikan berfungsi memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang benar sesuai dengan norma yang dijadikan landasannya.[1]
Ada tiga fungsi pendidikan bersifat normatif antara lain:
a.       Memberikan arah bagi proses pendidikan.
b.      Memberikan motivasi.
c.       Tujuan pendidikan merupakan kriteria atau ukuran dalam evaluasi pendidikan.[2]
C.     Tujuan Pendidikan
Adalah untuk perubahan yang diharapkan pada subjek didik setelah mengalami proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya dimana individu itu hidup. Indiator-indikator tujuan pendidikan diatas dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
1.      Hubungan dengan Tuhan, ialah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2.      Pembentukkan pribadi, mencakup berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, dan kreatif.
3.      Bidang usaha, mencakup terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab dan produktif.
4.      Kesehatan dan mencakup kesehatan jasmani dan rohani.[3]
Tentang tujuan pendidikan Langeveld membedakannya menjadi enam tujuan pendidikan antara lain:
a.       Tujuan umum
Adalah tujuan yang akan dicapai di akhir proses pendidikan yaitu, tercapainya kedewasaan jasmani dan rohani anak didik.
Maksud kedewasaan jasmani adalah  jika pertumbuhan jasmani sudah mencapai batas pertumbuhan maksimal, maka pertumbuhan jasmani tidak akan berlangsung lagi. Sedangkan, kedewasaan rohani adalah peserta didik sudah mampu menolong dirinya sendiri, mampu berdiri sendiri, dan mampu bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
b.      Tujuan khusus
Adalah tujuan tertentu yang hendak dicapai berdasar usia, jenis, kelamin, sifat, bakat, inteligensi, lingkungan social-budaya, tahap- tahap perkembangan tuntutan syarat dan pekerjaan.
c.       Tujuan tidak lengkap
Tujuan tidak lengkap adalah tujuan yang menyangkut sebagian aspek manusia, misalnya tujuan khusus pembentukan kecerdasan saja, tanpa memperhatikan yang lainnya. Jadi tujuan tidan lengkap ini bagian dari tujuan umum yang melengkapi perkembangan seluruh aspek kepribadian.
d.      Tujuan sementara
Proses untuk mencapai tujuan umum tidak dapat di capai secara sekaligus, karenanya perlu ditempuh setingkat demi setingkat. Tingkat demi tingkatan di upayakan untuk mencapai tujuan akhir itulah yang dimaksud tujuan sementara contohnya anak menyelesaikan pendidikan dijenjang pendidikan dasar merupakan tujuan sementara untuk selanjutnya melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi
e.       Tujuan intermedier
Tujuan intermedier adalah tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok. Misalnya, anak dibiasakan untuk menyapu halaman, maksudnya agar ia kelak mempunyai rasa tanggung jawab.
f.       Tujuan incidental
Tujuan incidental adalah tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, yang sifatnya seketika atau spontan. Misalnya, orang tua menegur anaknya agar berbicara sopan.
Menurut Bloom tujuan pendidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
·         Domain kognitif
domain kognitif meliputi kemampuan-kemampuan yang dapat diharapkan dapat tercapai setelah dilakukannyaproses belajar mengajar. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan, pengertian penerapan, analisis, sitesis, dan evaluasi. Keenam kemampuan tersebut bersifat hierarkis. Artinya untuk mencapai semuanya harus sudah memiliki kemampuan.
·         Domain afektif
Domai afektif berupa kemampuan untuk menerima, menjawab, menilai, dan membentuk.
·         Domain psikomotor
terdiri dari kemampuan persepsi, kesiapan, dan respon pemimpin.[4]












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Komponen-komponen pendidikan yaitu:
a.       Pendidikan
b.      Peserta didik
c.       Pendidik
d.      Alat pendidikan
e.       Lingkungan
2.      Fungsi pendidikan
a.       Memberikan arah bagi proses pendidikan.
b.      Memberikan motivasi.
c.       Tujuan pendidikan merupakan kriteria atau ukuran dalam evaluasi pendidikan
3.      Tujuan pendidikan:
a.       Tujuan umum
b.      Tujuan khusus
c.       Tujuan tidak lengkap
d.      Tujuan sementara
e.       Tujuan intermedier
f.       Tujuan incidental







[1] Abdul Kadir dkk, Dasar-dasar Pendidikan (Surabaya: Amanah Pustaka, 2009), 5-11.
[2] M. Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2009), 32.

[3] Made Pidarta, Landasan Kependidikan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997), 11.


[4] Abdul Kadir dkk, Dasar-dasar Pendidikan, 5-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar